Jumat, 19 Oktober 2018

LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN INDONESIA : PENDIDIKAN PADA ZAMAN PURBA HINGGA ZAMAN PEMERINTAH KOLONEL BELANDA

                
MAKALAH
LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN INDONESIA : PENDIDIKAN PADA ZAMAN PURBA HINGGA ZAMAN PEMERINTAH KOLONEL BELANDA.






DOSEN PEMBIMBING :
MUSTAKIM JM.,M.Pd

DISUSUN OLEH :
GUSTIN RAHMANI YULITA
TENGKU RENI WIDIA NINGSIH

PEDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
2018




KATA PENGANTAR
       Dengan mengucapkan syukur alhamdulilah atas segala rahmat dan hidayah yang telah diberikan allah swt sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Landasan Historis Pendidikan Indonesia Pendidikan Pada Zaman Purba Hingga Zaman Pemerintah Kolonel Belanda
       Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah filosofi dan landasan pendidikan. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan dukungan dari berbagai pihak dalam penyusunan makalah ini.
       Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mohon maaf dan dengan senang hati menerima kritik dan saran sebagai bekal acuan untuk lebih baik dikemudian hari.
       Harapan penulis semoga makalah ini dapat memberi bekal pengetahuan dan manfaat bagi kita semua.

Pekanbaru, 15 Oktober 2018


Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………….….………….............…………………….i
DAFTAR ISI…………………………...………...………………………..………….ii

BAB I PENDAHULUAN ……..…………………………….......................................1
A.      Latar Belakang……………………………..………...……………1
B      Rumusan Masalah…………………………………………..……..2
C.       Tujuan………………………………………..………..…..………2
BAB II PEMBAHASAN…………………………….……………………..…..…..…3
B.     Sejarah Pendidikan Dari Masa Purba Ke Modern………...........…3
6.      Zaman Purba………………………………….……..…...….…3
7.      Zaman Kerajaan Hindu-Budha………………………..…..……5
8.      Zaman Kerajaan Islam………………………………..…..……8
9.      Zaman Pengaruh Portugis Dan Spanyol………………..….…...9
10.  Zaman Pemerintahan Kolonel Belanda………….....…...….…10
C.     Pendidikan Zaman Voc…………………………………...12
D.    Pendidikan Zaman Pemerintahan   Kolonel Belanda…......13
BAB III PENUTUP……………………..…………………………………………...21
A.     Kesimpulan……………..…………………………………….….21
B.      Saran………………..…………………………………………....21
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sejarah atau history adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah penuh dengan informasi yang mengandung kejadian , model ,konsep, teori, praktik, moral, cita-cita dan sebagainya. Sejarah adalah suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau, yang merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sejarah itu diisi tergantung pada pembuat sejarah apakah diisi dengan tinta sejarah yang bermanaat atau sebaliknya. Hingga sampai saat ini pun sebenarnya kita juga sedang membuat sejarah tentang kehidupan kita untuk generasi penerus kita baik itu untuk anak dan cucu kita dan semua orang yang terlihat dalam aktivitas kehidupan kita . Secara tidak langsung kita ada pada saat ini merupakan sejarah dari orang tua kita, orang tua kita ada dari orang tua kita sebelumnya dan begitulah seterusnya.
Peristiwa sejarah meliputi berbagai aktivitas manusia semua bidang manusia salah satunya adalah landasan sejarah dalam bidang pendidikan yang merupakan pembahasan makalah ini. Pendidikan merupakan hasil sejarah orang c orang sebelum kita yang berjasa dalam bidang sejarah, oleh karena itu dengan adanya landasan sejarah pendidikan di masa lalu bisa dijadikan gambaran untuk melakukan pendidikan dimasa sekarang. Sehingga dalam pelaksaan pendidikan dapat mengarah pada tujuan sebenarnya pendidikan itu.indonesia sendiri telah mengalami berbagai perubahan dan salah satunya di bidang pendidikan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.
1
Untuk memajukan pendidikan suatu &angsa maka kita perlu mempelajari sejarah pendidikan itu sendiri, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Karena dengan mernpelajari sejarah pendidikan maka kita dapat mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh pendahulu kita serta hasil yang diperoleh.
B.     .RUMUSAN MASALAH
Melihat latar belakang di atas, penulis ingin mem4okuskan permasalahan penulisan makalah ini ke dalam 2 kajian, yaitu :
Bagaimana sejarah pendidikan dari masa ke masa?
Bagaimana tujuan pendidikan dari dari masa ke masa? 
C.      TUJUAN
Dari penulisan makalah ini diharapkan kita semua selaku calon pendidikan dapat mempelajari kelebihan dan kekurangan sistem pendidikan yang ada sekarang di indonesia dengan mempelajari terlebih dahulu sejarah pendidikan,




2
BAB II
PEMBAHASAN

Sejarah pendidikan dari masa purba ke masa modern
Kegiatan belajar ini menyajikan sejarah pendidikan  indonesia pada zaman purba Hingga zaman pemerintahan kolonial belanda. Kajian  sejarah pendidikan ini meliputi  Dua hal pokok, yaitu Latar belakang sosial budayanya implikasinya terhadap Pendidikan.Dengan demikian, melalui kegiatan  belajar ini anda akan dapat menjelaskan Kondisi pendidikan di indonesia pada zaman purba, zaman kerajaan hindu/budha, zaman Kerajaan islam,  zaman pengaruh portugis dan spanyol, dan pada zaman pemerintahan Kolonial belanda yang turut mewarnai perkembangan pendidikan di indonesia pada Zaman berikutnya hingga dewasa ini.
1. Zaman purba. 
Latar belakang sosial budaya. Setiap masyarakat pasti memiliki kebudayaan, Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat nenek moyang bangsa indonesia pada Zaman purba disebut kebudayaan  paleolitik.  Adapun  kebudayaan  pada kurang lebih  1500 tahun sm yang lalu disebut kebudayaan neolitik.  Kebudayaan masyarakat pada zaman purba tergolong kebudayaan maritim. Kepercayaan yang dianut masyarakat antara lain  animisme dan  dinamisme. Masyarakat 
Dipimpin oleh  oleh ketua adat. Namun   demikian ketua adat dan para empu(pandai besi) Dan dukun yang merupakan orang-orang pandai) tidak  dipandang sebagai anggota Masyarakat lapisan tinggi, kecuali ketika mereka melaksanakan peranannya  dalam Upacara adat atau upacara ritual, dll. Sebab itu, mereka tidak memiliki  stratifikasi sosial.
3
Yang tegas, tata masyarakatnya bersifat egaliter. Adapun karakteristik lainnya yakni Bahwa mereka hidup bergotong-royong.  Pendidikan. Tujuan pendidikan pada zaman ini adalah agar generasi muda dapat Mencari nafkah, membela diri, hidup bermasyarakat,  taat terhadap adapt dan  terhadap Nilai-nilai religi (kepercayaan) yang  mereka yakini. Karena kebudayaan masyarakatMasih bersahaja, pada zaman  ini belum ada lembaga  pendidikan formal (sekolah). Landasan historis pendidikan - Pendidikan  dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga dan dalam kehidupan keseharian Masyarakat yang alamiah.  Kurikulum pendidikannya meliputi pengetahuan, sikap dan Nilai mengenai kepercayaan melalui upacara-upacara  keagamaan dalam rangka Menyembah nenek moyang, pendidikan keterampilan  mencari nafkah (khususnya bagi Anak laki-laki) dan pendidikan hidup bermasyarakat  serta bergotong royong melalui Kehidupan riil dalam masyarakatnya.  Pendidiknya terutama adalah para orangtua (ayah Dan ibu), dan secara tidak langsung adalah para orang dewasa di dalam masyarakatnya. Sekalipun ada yang belajar kepada empu, apakah kepada pandai besi atau kepada dukun Jumlahnya sangat terbatas, utamanya adalah anak-anak mereka sendiri







4
2. Zaman Kerajaan Hindu-Budha.
Latar belakang sosial budaya.  Nenek moyang kita pada zaman ini umumnya Tinggal di daerah subur dekat pesisir pantai. Mereka melakukan hubungan perdagangan Dengan orang-orang dari india yang singgah dalam perjalanannya. Hubungan dagang Semakin lama semakin meningkat. Seiring dengan itu  ke dalam masyarakat kita  Masuklah kebudayaan yang dibawa oleh orang-orang india. Antara lain  berupa bahasa, Tulisan, agama, termasuk juga sistem pemerintahan yang berlaku di india.  Masuknya pengaruh kebudayaan tersebut di atas telah menimbulkan perubahan  Keadaan sosial-budaya masyarakat setempat. Para ketua adat di negeri kita zaman itu Lambat laun berusaha menyamai raja di india.  Diantara para ketua adat ada  yang Dinobatkan atau menobatkan diri menjadi raja-raja lokal. Struktur sosial yang pada Awalnya bersifat egaliter (tidak mengenal stratifikasi sosial yang tegas) juga turut Berubah. Maka timbullah dua golongan manusia, yaitu: golongan yang dijamin dan Golongan yang menjamin. Raja dengan para pegawainya berstatus sebagai yang dijamin, Sedangkan  rakyat jelata berstatus sebagai yang menjamin. Sebagaimana di india, Terdapat stratifikasi sosial berdasarkan kasta, yakni: kasta brahmana,  ksatria, waisa, Syudra, dan paria. Sekalipun stratifikasi sosial semacam itu  tidak berlaku secara Menyeluruh dan tegas di dalam masyarakat kita (misal: bagi penganut animisme, Dinamisme dan budha yang juga telah ada saat itu),  namun  batas pemisah kelas sosial Antara yang dijamin dan yang menjamin tampak jelas. Menurut para ahli, paling lambat
Pada abad ke 5 masehi telah dimulailah zaman sejarah di negeri kita. Hal ini ditandai landasan historis pendidikan                  
Dengan ditemukannya tulisan tertua (tulisan huruf palawa bahasa sansekerta) oleh para Ilmuwan sejarah di dekat bogor dan kutai. 
5
Pendidikan.  Pendidikan pada zaman ini, selain diselenggarakan di dalam Keluarga dan didalam kehidupan keseharian masyarakat, juga diselenggarakan di dalam  Lembaga pendidikan yang disebut  perguruan (paguron)  atau  pesantren. Hal ini Sebagaimana telah berlangsung di kerajaan tarumanegara dan kutai. Pada awalnya yang Menjadi pendidik (guru atau pandita) adalah kaum brahmana, kemudian lama kelamaan
Para empu menjadi guru menggantikan kedudukan para  brahmana. Terdapat tingkatan Guru: pertama, guru (perguruan)  keraton, di sini yang menjadi murid-muridnya adalah Para anak raja dan bangsawan;  kedua adalah  guru (perguruan) pertapa, di sini yang Menjadi murid-muridnya berasal dari kalangan rakyat jelata. Namun demikian para guru Pertapa juga biasanya selektif dalam menerima seseorang untuk menjadi muridnya. Ini Antara lain merupakan implikasi dari feodalisme yang berkembang saat itu. Pendidikan Bersifat aristokratis, artinya masih terbatas hanya untuk minoritas yaitu anak-anak kasta Brahmana dan ksatria, belum menjangkau masyarakat mayoritas, yaitu anak-anak kasta Waisya dan syudra, apalagi bagi anak-anak dari kasta paria. Pada zaman ini pengelolaan Pendidikan  bersifat otonom, artinya para pemimpin pemerintahan (para raja) tidak turut Campur mengenai pengelolaan pendidikan, pengelolaan pendidikan bersifat otonom di Tangan para guru atau pandita.  Tujuan pendidikan pada umumnya adalah agar para peserta dididik menjadi Penganut agama yang taat, mampu hidup bermasyarakat sesuai tatanan masyarakat yang Berlaku saat itu, mampu membela diri dan membela negara.  Kurikulum pendidikannyaMeliputi agama, bahasa sansekerta termasuk membaca  dan menulis (huruf palawa), Kesusasteraan, keterampilan memahat atau membuat candi, dan bela diri (ilmu Berperang). Sesuai dengan jenis lembaga pendidikannya (perguruan), maka  metode atau Cara-cara pendidikannya pun adalah “sistem guru kula”. Dalam sistem ini murid tinggal Bersama guru di rumah guru atau asrama, murid mengabdi dan sekaligus belajar kepada Guru.
6
Pada zaman berkembangnya agama budha yang berpusat  di kerajaan sriwijaya (di palembang),  telah terdapat “perguruan tinggi budha”. Selain dari dalam negeri Sendiri, murid-muridnya juga berasal dari tiongkok, jepang, dan indocina. Darmapala landasan historis pendidikan Sangat terkenal sebagai maha guru budha. Perguruan-perguruan  budha menyebar ke Seluruh wilayah kekuasaan sriwijaya. Mungkin sekali candi borobudur, mendut, dan Kalasan merupakan pusat-pusat pendidikan agama budha. Perhatikan hasil sastra yang Ditulis para empu (pujangga) yang bermutu tinggi. Contoh: pararaton, negara kertagama,
Arjuna wiwaha, dan baratayuda. Para pujangga yang terkenal antara lain empu kanwa, Empu seddah, empu panuluh, dan empu prapanca (idit suhendi, dkk, 1991).











7
3. Zaman kerajaan islam
Latar belakang sosial budaya.  Nusantara memiliki letak yang strategis dalam Rangka pelayaran dan perdagangan. Ke negeri kita berdatangan pula  para saudagar Beragama islam. Melalui mereka para raja dan masyarakat pesisir memeluk agama islam. pada pertengahan abad ke-14, kota bandar malaka ramai dikunjungi para saudagar dari Asia barat dan jawa (majapahit). Melalui para saudagar dari jawa yang masuk memeluk Agama islam, maka tersebarlah islam ke pulau jawa. Dalam penyebaran agama islam di Pulau jawa anda juga mungkin masih ingat akan jasa  para wali yang dikenal sebagai Wali sanga. Akhirnya berdirilah kerajan-kerajaan islam.  Pemerintahan pada zaman ini dipimpin oleh raja. Di  dalam wilayah kerajaankerajaan islam umumnya masyarakat tidak menganut stratifikasi sosial berdasarkan kasta. Sesuai ajaran islam, masyarakat tidak membedakan manusia berdasarkan keturunan atau Kasta. Sekalipun zaman ini masih tetap terdapat kelompok raja dan para bangsawan/para Pegawai di satu pihak, dan terdapat kelompok rakyat jelata di pihak lain, namun Feodalisme di kalangan masyarakat pada umumnya mulai ditinggalkan.Pendidikan.  Tujuan pendidikan pada zaman kerajaan islam diarahkan  agar Manusia  bertaqwa kepada allah s.w.t., sehingga mencapai keselamatan di dunia dan Akhirat melalui “iman, ilmu dan amal”. Selain berlangsung di dalam keluarga, pendidikan Berlangsung di lembaga-lembaga pendidikan lainnya, seperti: di langgar-langgar, mesjid, Dan pesantren. Lembaga perguruan atau pesantren yang sudah ada sejak zaman hindubudha dilanjutkan oleh para wali, ustadz, dan atau  ulama islam.  KurikulumPendidikannya tidak tertulis (tidak ada kurikulum formal). Pendidikan berisi tentang Tauhid (pendidikan keimanan terhadap allah s.w.t.), al-qur’an, hadist, fikih, bahasa Arab termasuk membaca dan menulis huruf arab.

8
 Landasan historis pendidikan. Pendidikan adalah hak semua orang, bahkan semua orang wajib mencari ilmu, Mendidik diri  atau belajar. Pendidikan pada zaman  kerajaan islam bersifat demokratis.Pada zaman ini pendidikan dikelola oleh para ulama, ustadz atau guru. Raja tidak ikut Campur dalam pengelolaan pendidikan (pengelolaan pendidikanbersifat otonom).  Metode  atau  cara-cara pendidikan. Pendidikan dilakukan dengan metode yang Bervariasi, tergantung dengan sifat materi pendidikan, tujuan, dan peserta didiknya.
Contoh metode yang sering digunakan adalah: ceramah atau  tabligh (wetonan) untuk Menyampaikan materi ajar bagi orang banyak (belajar bersama) biasanya dilakukan di Mesjid; mengaji al-qur’an dan  sorogan (cara-cara belajar individual). Dalam metode Sorogan  walaupun para santri bersama-sama dalam satu ruangan, tetapi mereka belajar Dan diajar oleh ustadz secara individual. Cara-cara belajar dilakukan pula melalui Nadoman atau lantunan lagu. Selain itu dilakukan pula melalui media dan cerita-cerita Yang telah digunakan para pandita hindu-budha, hanya saja isi ajarannya diganti dengan Ajaran yang islami. Demikian pula dalam sistem pesantren atau pondok asrama. Di Langgar atau surau, selain melaksanakan shalat, biasanya anak-anak belajar mengaji alqur’an dan materi pendidikan yang sifatnya mendasar. Adapun  materi pendidikan yang Lebih luas dan mendalam dipelajari di pesantren. 
4. Zaman pengaruh portugis dan spanyol.
Latar belakang sosial-budaya. Pada awal abad ke –16 ke negeri kita datanglah Bangsa portugis, kemudian disusul oleh bangsa spanyol. Selain untuk berdagang Kedatangan mereka juga disertai oleh  missionaris yang bertugas menyebarkan agama Katholik. Pada akhir abad ke-16 mereka meninggalkan negeri ini karena sering mendapat Pemberontakan terutama dari sultan ternate, karena perdagangan rempah-rempah sudah Tidak menguntungkan lagi, dan karena kalah dalam peperangan melawan belanda. Pendidikan. 
9
Pengaruh bangsa portugis dalam bidang pendidikan utamanya Berkenaan dengan penyebaran agama katholik.
Demi kepentingan tersebut, tahun 1536 Mereka mendirikan sekolah  (seminarie)  di ternate, selain itu didirikan pula di solor. Kurikulum pendidikannya berisi pendidikan agama katolik, ditambah pelajaran Membaca, menulis dan berhitung. Pendidikan diberikan bagi anak-anak masyarakat Terkemuka. Pendidikan yang lebih tinggi diselenggarakan di gowa, pusat kekuasaan landasan historis pendidikan Portugis di asia. Pemuda-pemuda yang berbakat dikirim ke sana untuk dididik. Pada ahun 1546, di ambon telah ada tujuh kampung yang penduduknya memeluk agama Nasrani katolik.
5. Zaman pemerintahan kolonial belanda.
Latar belakang sosial budaya. Pada tahun 1596 bangsa belanda telah datang ke Negeri kita. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk berdagang. Pada tahun 1602 mereka Mendirikan voc. Karena voc merupakan badan perdagangan milik orang-orang Belanda yang beragama protestan, maka selain berupaya menguasai daerah untuk , juga untuk menyebarkan agama protestan.  Kekuasaan voc akhirnya Diserahkan kepada pemerintah negeri belanda, karena itu sejak tahun 1800-1942 negeri Kita menjadi jajahan pemerintah kolonial belanda.  Karaketristik kondisi sosial budaya pada zaman ini  antara lain: (1) Berlangsungnya kolonialisme, (2) dalam bidang ekonomi berlangsung monopoli Perdagangan hasil pertanian yang dibutuhkan dan laku di pasar dunia, (3) terdapat Stratifikasi sosial berdasarkan ras atau suku bangsa dengan urutan dari lapisan tertingi s.d. Terbawah sebagai berikut: bangsa belanda, golongan  orang timur asing, golongan Priyayi/bangsawan pribumi, dan golongan rakyat jelata pribumi.  

10

sejak berkuasanya bangsa belanda, bangsa kita ditindas dan diadu domba, Kekuasaan para raja dirampasnya, dan kekayaan alam  indonesia diangkutnya.
Sesungguhnya bangsa indonesia terus berjuang melawan penjajahan ini, perlawanan dan Pemberontakan dilakukan oleh berbagai kelompok bangsa kita di berbagai daerah di Tanah air. Penjajahan yang telah berlangsung lama benar-benar telah mengungkung Kemajuan bangsa indonesia, dan mengakibatkan kemelaratan serta kebodohan. Seiring Perjuangan bangsa yang tak pernah padam, pada awal abad ke-20 muncul  tekanan serta Kecaman kaum humanis dan kaum sosial demokrat di belanda atas kekeliruan politik Penjajahan pemerintah kolonial belanda. Keadaan ini akhirnya memaksa pemerintah Kolonial belanda untuk melaksanakan politik etis (1901).
Dengan semakin sadarnya bangsa indonesia akan makna nasionalisme dan Kemerdekaan, pada awal abad ke-20 (sejak kebangkitan nasional tahun 1908) lahirlah Berbagai pergerakan. Pergerakan nasional berlangsung dalam jalur politik maupun landasan historis pendidikan -Pendidikan. Coba anda urai kembali sejarah berbagai perkumpulan atau organisasi Pergerakan nasional beserta usaha-usahanya yang timbul sejak kebangkitan nasional Tahun 1908 sebagaimana telah anda pelajari di smp dan sma.   Pendidikan.  Implikasi dari kondisi politik, ekonomi, dan sosial-budaya di Indonesia pada zaman ini, secara umum dapat  dibedakan  dua garis penyelenggaraan Pendidikan, yaitu: pertama, pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda; kedua, pendidikan  yang diselenggarakan oleh  rakyat  dan kaum pergerakan Kebangsaan (pergerakan nasional) sebagai sarana perjuangan demi merebut kembali Kemerdekaan dan sebagai upaya rintisan ke arah pendidikan nasional. Berikut ini mari Kita kaji kondisi pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial belanda. Adapun pendidikan yang diselenggarakan oleh  rakyat dan kaum pergerakan -nasional  yaitu:
11
A. Pendidikan zaman voc 
Pendidikan di bawah kekuasaan kolonial belanda diawali dengan pelaksanaan Pendidikan yang dilakukan oleh voc. Voc menyelenggarakan sekolah dengan tujuan Untuk misi keagamaan (protestan), bukan untuk misi  intelektualitas, adapun tujuan Lainnya adalah untuk  menghasilkan pegawai administrasi rendahan di pemerintahan dan
Gereja. Sekolah-sekolah utamanya didirikan di daerah-daerah yang penduduknya Memeluk katholik yang telah disebarkan oleh bangsa  portugis.  Sekolah pertama Didirikan voc di ambon pada tahun 1607. Sampai dengan tahun 1627 di Ambon telah Berdiri 16 sekolah, sedangkan di pulau-pulau lainnya sekitar 18 sekolah. Kurikulum  pendidikannya berisi pelajaran agama protestan, membaca dan Menulis. Kurikulum pendidikan belum bersifat formal (belum tertulis), dan lama Pendidikannya pun tidak ditentukan dengan pasti.  Murid-muridnya berasal dari anak-anak pegawai, sedangkan anak-anak rakyat jelata tidak diberi kesempatan untuk sekolah. Pada awalnya yang menjadi  guru adalah orang belanda, kemudian digantikan oleh Penduduk pribumi, yaitu mereka  yang sebelumnya telah dididik di belanda. selama  kira-kira 200 tahun berkuasa di negeri kita, pendidikan yang Dilaksanakan voc benar-benar sangat sedikit sekali. Sampai tahun 1779 jumlah murid Pada sekolah voc adalah sbb: batavia 639 orang, pantai utara jawa 327 orang, makasar landasan historis pendidikan  50 orang, timor, 593 orang, sumatera barat 37 orang, cirebon 6 orang, banten 5 orang, Maluku 1057 orang, dan ambon 3966 orang (i. Djumhur dan h. Danasuparta, 1976).



12
B.  Pendidikan zaman pemerintahan kolonial belanda. 
Sebagai kelanjutan dari zaman voc, pendidikan pada  zaman pemerintahan Kolonial belanda pun mengecewakan bangsa indonesia. Kebijakan  dan praktek Pendidikan pada zama ini antara lain: 
1)  tahun 1808 gubernur jenderal daendels memerintahkan agar para bupati di pulau Jawa menyebarkan pendidikan bagi kalangan rakyat, tetapi kebijakan ini tidak Terwujud. 
2) tahun 1811-1816 ketika pemerintahan di bawah kekuasaan raffles pendidikan bagi Rakyat juga diabaikan. 
3) tahun 1816 komisaris jenderal c.g.c. reindwardt  menghasilkan undang-undang Pengajaran yang dianggap sebagai dasar pendirian sekolah, tetapi peraturan Pemerintah yang menyertainya yang dikeluarkan tahun1818 tidak sedikit pun Menyangkut perluasan pendidikan bagi rakyat indonesia, melainkan hanya berkenaan Dengan pendidikan bagi orang-orang belanda dan golongan pribumi penganut Protestan. 
4) selanjutnya, di bawah gubernur jenderal van den  bosch dikeluarkan kebijakan Culturstelsel (tanam paksa) demi memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya bagi Belanda. Karena untuk hal ini dibutuhkan tenaga kerja murah atau pegawai rendahan Yang banyak, maka tahun 1848 gubernur jenderal diberi kuasa untuk menggunakan
Dana anggaran belanja negara sebesar f 25.000 tiap  tahunnya untuk mendirikan Sekolah-sekolah di pulau jawa dengan tujuan mengahasilkan tenaga kerja murah atau Pegawai rendahan. Pada tahun 1849-1852 didirikan 20 sekolah  (di tiap keresidenan).

13
Namun sekolah ini hanya diperuntukan bagi anak-anak pribumi golongan Priyayi/bangsawan, sedangkan anak-anak rakyat jelata tidak diperkenankan. Penyelenggaraan pendidikan bagi kalangan bumi putera yang dicanangkan sejak 1848 Mengalami hambatan karena kekurangan guru dan mengenai bahasa pengantarnya.
Maka pada tahun 1852 didirikanlah  kweekschool (sekolah guru) pertama di Surakarta, dan menyusul di kota-kota lainnya. Sekolah ini pun hanyalah untuk anakanak golongan priyayi.  Landasan historis pendidikan                        
5)  pada tahun 1863 dan 1864 keluar kebijakan bahwa penduduk pribumi pun boleh Diterima bekerja untuk pegawai rendahan dan pegawai menengah di kantor- kantor  Dengan syarat dapat lulus ujian. Syarat-syarat ini ditetapkan oleh putusan raja pada Tgl. 10 september 1864. Demi kepentingan itu di batavia didirikanlah semacam Sekolah menengah yang disempurnakan menjadi hbs (hogere burger school). 
6)  tahun 1867 didirikan departemen pengajaran ibadat dan kerajinan. 
7)  tahun 1870 uu agraris dari de waal yang memberikan kesempatan kepada pihak Partikelir untuk melaksanakan usaha di bidang pertanian mengakibatkan Meningkatnya kebutuhan akan pegawai. Hal ini berimplikasi pada perluasan sekolah. 
8)  tahun 1893 keluar kebijakan diferensiasi sekolah untuk bumi putera, yaitu sekolah Kelas i untuk golongan priyayi, sedangkan sekolah kelas ii untuk golongan rakyat Jelata. 
9)  setelah dilaksanakannya politik etis, pada tahun 1907 gubernur jenderal van heutsz Mengeluarkan kebijakan tentang pendidikan bumi putera: pertama, mendirikan Sekolah desa yang diselenggarakan oleh desa, bukan oleh gubernemen. Biaya dsb. Menjadi tanggung jawab pemerintah desa; kedua, memberi corak sifat ke-belanda-an Pada sekolah kelas i. Maka tahun 1914 sekolah kelas i diubah menjadi his
14
(holands inlandse school)  6 tahun dengan bahasa pengantar bahasa belanda. Sedangkan sekolah kelas ii tetap bernama demikan atau disebut  vervoleg school(sekolah sambungan) dan merupakan lanjutan dari sekolah desa yang didirikan mulai Tahun 1907. Akibat dari hal ini, maka anak-anak pribumi mengalami perpecahan, Golongan yang satu merasa lebih tinggi dari yang lainnya. 
10) pada tahun 1930-an usaha perluasan pendidikan bagi bumi putera mengalami Hambatan. Surat menteri kolonial belanda colijn kepada gubernur jenderal de jonge Pada 10 oktober 1930 menyatakan bahwa perluasan sekolah negeri jajahanterutama Untuk kaum bumi putera akan sulit karena kekurangan dana.  Dalam periode pemerintahan kolonial belanda, betapa kecilnya usaha-usaha Pendidikan bagi kalangan bumi putera. Sampai akhir  tahun 1940 jumlah penduduk Bangsa indonesia 68.632.000, sedangkan  yang bersekolah hanya 3,32%.  Ciri-ciri pendidikan.
Ciri-ciri pendidikan zaman ini antara lain: pertama, Minimnya partisipasi pendidikan bagi kalangan bumi  putera, pendidikan umumnya landasan historis pendidikan                         Hanya diperuntukan bagi bangsa belanda dan anak-anak bumi putera dari golongan Priyayi; kedua,  pendidikan bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja murah atau Pegawai rendahan. Tilaar (1995) mengemukakan lima ciri pendidikan zaman kolonial Belanda, yaitu:
1) adanya dualisme pendidikan, yaitu pendidikan untuk bangsa belanda
Yang dibedakan dengan pendidikan untuk kalangan bumi putera;
 2) sistem konkordansi,Yaitu pendidikan di daerah jajahan diarahkan dan dipolakan menurut pendidikan di Belanda. Bagi bumi putera hal ini di satu pihak memberi efek menguntungkan, sebab Penyelenggaran pendidikan menjadi relatif sama, tetapi dipihak lain ada efek merugikan Dalam hal pembentukan jiwa kaum bumi putera yang asing dengan budaya dan Bangsanya sendiri;
15
3)  sentralisasi pengelolaan pendidikan oleh pemerintahan kolonial Belanda;
 4) menghambat gerakan nasional; dan
5) munculnya perguruan swasta yang Militan demi perjuangan nasional (kemerdekaan). 
Rangkuman:
Zaman purba. Kebudayaan zaman ini dikenal sebagai paleolitik dan neolitik,
Masyarakat tidak memiliki stratifikasi sosial yang  tegas (egaliter), adapun kepercayaan Yang dianut  adalah animisme dan dinamisme. Implikasinya,  pendidikan bertujuan agar Generasi muda dapat mencari nafkah, membela diri, hidup bermasyarakat, dan taat Terhadap adat dan nilai-nilai religi. Saat ini pendidikan berlangsung di dalam keluarga Dan kehidupan masyarakat secara alamiah (belum berlangsung secara formal). Zaman kerajaan hindu-budha. Kedatangan saudagar-saudagar dari india telah Mengakibatkan perubahan sosial budaya penduduk pribumi.
Hal ini ditandai dengan Munculnya berbagai kerajaan dan feodalisme, tersebarnya agama hindu dan budha, Munculnya stratifikasi sosial berdasarkan kasta, dan dimulainya zaman sejarah. Implikasinya, pendidikan pada zaman ini selain diselenggarakan di dalam keluarga dan Masyarakat juga telah berlangsung di  perguruan atau pesantren. Pendidikan bertujuan Agar peserta didik menjadi penganut agama yang taat, mampu hidup bermasyarakat, Membela diri, dan membela negara.  Kurikulum pendidikannya meliputi agama, bahasa Sansekerta termasuk membaca dan menulis (huruf palawa), kesusasteraan, keterampilan Memahat atau membuat candi, dan bela diri (ilmu berperang).

16
Khususnya zaman hindu Pendidikan bersifat aristokratis. Adapun metode pendidikannya adalah sistem guru kula. Pada zaman kerajaan budha sudah berdiri “perguruan tinggi budha” yang mana muridmuridnya berdatangan dari berbagai negara tetangga. Pengelolaan pendidikan bersifat Otonom dimana pemerintah tidak ikut campur dalam mengelola sistem pendidikan. Zaman kerajaan islam. Kedatangan para saudagar beragama islam telah Mengakibatkan perubahan di dalam masyarakat pribumi. Antara lain tersebarnya agama Islam dan kebudayaan yang bercorak islami.
Pemerintahan tetap berbentuk kerajaan, Namun bagi kalangan muslim stratifikasi social sebagaimana berlaku pada zaman Sebelumnya mulai ditinggalkan. Implikasinya, pendidikan bertujuan untukMengembangkan manusia yang bertakwa kepada allah swt  agar selamat dunia akhirat Melalui pelaksanaan iman, ilmu dan amal. Selain di  dalam keluarga pendidikan Berlangsung juga di langgar-langgar, mesjid, dan pesantren.
Pendidikan bersifat Demokratis; seperti pada zaman-zaman sebelumnya pemerintah tidak ikut campur dalam Pengelolaan pendidikan (otonom). Kurikulumnya meliputi tauhid (pendidikan keimanan landasan historis pendidikan   Terhadap allah s.w.t.), al-qur’an, hadist, fikih, bahasa arab termasuk membaca dan Menulis huruf arab. Metode pendidikan dilakukan melalui  tabligh (wetonan)  dan Sorogan (cara-cara belajar individual), selain itu digunakan pula media dan ceriteraceritera yang digunakan pada zaman hindu-budha hanya saja isinya diganti dengan Ajaran yang islami. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang muncul zaman kerajan Hindu-budha diselenggarakan pula pada zaman kerajaan islam dan bahkan sampai Dewasa ini. Zaman portugis dan spanyol. Bangsa portugis dan spanyol datang ke indonesia untuk Berdagang, tetapi selain itu mereka pun (para missionaris) bertujuan menyebarkan agama Katholik. Implikasinya, pendidikan zaman ini utamanya dimaksudkan demi penyebaran Agama katholik.
17
 Tahun 1536 didirikan sekolah  (seminarie)  di ternate, selain itu Didirikan pula di solor.Kurikulum pendidikannya berisi pendidikan agama katolik, Ditambah pelajaran membaca, menulis dan berhitung.  Pendidikan diberikan bagi anakanak masyarakat terkemuka.  Zaman pemerintahan kolonial belanda. Pada awalnya (1596)bangsa belanda Datang ke indonesia untuk berdagang, mereka mendirikan voc (1602). Selain berusaha Menguasai daerah untuk berdagang, juga untuk menyebarkan agama protestan. Sejak Tahun 1800-1942 negeri kita menjadi jajahan pemerintah kolonial belanda.
Karaketristik Kondisi sosial budaya pada zaman ini antara lain: (1) berlangsungnya penjajahan, Kolonialisme; (2) dalam bidang ekonomi berlangsung  monopoli perdagangan hasil Pertanian yang dibutuhkan dan laku di pasar dunia;  (3) terdapat stratifikasi sosial Berdasarkan ras atau suku bangsa.  Bangsa indonesia terus berjuang melawan penjajahan  belanda, perlawanan dan Pemberontakan dilakukan oleh berbagai kelompok bangsa kita di berbagai daerah di Tanah air. Penjajahan yang telah berlangsung lama benar-benar telah mengungkung Kemajuan bangsa indonesia, dan mengakibatkan kemelaratan serta kebodohan. Dengan Semakin sadarnya bangsa indonesia akan makna nasionalisme dan kemerdekaan, pada Awal abad ke-20 (sejak kebangkitan nasional tahun 1908) lahirlah berbagai pergerakan. Pergerakan nasional berlangsung dalam jalur politik maupun pendidikan.  Implikasi dari kondisi di atas, pada zaman kolonial belanda  secara umum dapat  Dibedakan dua garis penyelenggaraan pendidikan, yaitu: pendidikan yang landasan historis pendidikan   Diselenggarakan oleh pemerintah kolonial belanda,   dan pendidikan yang dilaksanakan Oleh kaum pergerakan sebagai sarana perjuangan demi mencapai kemerdekaan dan Sebagai rintisan pendidikan nasional.


18
Kolonisasi Pemerintahan Colonial Belanda





19

Sejarah Pendidikan Pada Masa Hindia Belanda




20
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
   Dari apa yang telah di uraikan di atas, bisa di tarik suatu kesimpulan bahwa 
Sejarah pendidikan dari zaman purba hingga zaman kolonel belanda memiliki beberapa tahap yang menyebabkan banyak perubahan dalam bidang pendidikan serta pengetahuan.

SARAN
    Semoga pada makalah ini dapat di ambil pelajarannya dan bisa diterima dan di baca oleh pembaca dan penilai.penulis menyarankan agar dapat membaca makalah ini dikarenakan penulis membuatnya bertujuan untuk menambah pengetahuan kita.
      Penulis  sadar akan kekurangan akan penulisan makalah ini maka dari itu tim penulis mengharapkan kritikan dan saran untuk membuat makalah ini menjadi lebih sempurna dan bermanfaat.




21
DAFTAR PUSTAKA :

Daftar Pustaka diambil dari jurnal atau seri publikasi lainnya :
- Komunitas Paduraksa, “Sedikit Uraian Sejarah Pendidikan Indonesia”,
Mei 2008, (http://tinulad.wordpress.com/sedikit-uraian-sejarahpendidikan/)
- Haris Zaky Mubarak, “Reflektivitas Pendidikan Kolonial di Masa Kini”,
Desember 2007, 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gustin rahmani yulita (Covid-19)

Topic : Covid-19 TS : The negatif impact of student studying online Tittle : Corona virus makes all student have to study online from h...